Kondisi tersebut dibenarkan Direktur Utama (Dirut) RSUD AW Sjahranie Samarinda, David Harjadi Mashoer. Disampaikan David, kemampuan pihak rumah sakit sudah pada batas maksimal.
“Dampak seperti ini pasti akan terjadi,” singkatnya pada korankaltim.com.
David mengakui saat ini pihaknya sudah sangat kewalahan. Hal itu dikarenakan ada lebih dari 250 Tenaga Kesehatan (nakes) di RSUD AW Sjahranie Samarinda sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.
Terkait pasien yang wafat di depan rumah sakitnya, David menegaskan tak pernah ada niatan untuk menolak pasien. Hanya saja, pihaknya memang sudah tak lagi mampu menangani pasien-pasien yang terus berdatangan.
“Keluarga juga sudah menghubungi Rumah Sakit lain, dan mereka (rumah sakit) pun tak ada yang sanggup,” tambahnya.
David tak menemukan cara lain dalam menekan jumlah pasien Covid-19. Menurutnya pencegahan di level masyarakat tetap harus menjadi yang utama. Karena meskipun penambahan fasilitas kesehatan dilakukan, namun kebutuhan nakes sendiri hingga saat ini masih sulit terpenuhi.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Bambang Irawan