"Makanya kami RT bersama warga berinisiatif membentuk tim Satgas di RT 48 dan saya sebagai Ketua RT juga Ketua Satgasnya," tutur Rusniansyah. Setelah terbentuk Tim Satgas RT, langkah selanjutnya adakah langsung melakukan penyemprotan keliling menggunakan kendaraan di sekitar RT 48.
"Setelah itu, kami menyisir warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman), dengan memberikan bantuan sembako makanan," terangnya. Ia menambah dari 900 jiwa di RT 48, sekitar 20 orang tengah menjalani Isoman dan tiga di antaranya meninggal karena terpapar Covid-19.
"Ya, kalau kami mengharapkan dari pemerintah kan terbatas, selain itu durasinya juga lama, makanya kami berinisiatif menggalang dana berupa uang dan sembako makanan," ungkapnya.
"Ini yang kami salurkan, bagi yang bukan pegawai itu lebih diprioritaskan," sambungnya. Pihaknya juga menyesalkan warganya yang meninggal karena terpapar Covid-19, yang tak sempat mendapatkan perawatan.
"Kami menelpon 112 dan Kesehatan ini kurang merespon. Ya, kami menyadari banyak yang ditangani, dari pihak kesehatan bilang harus melalui 112 tetapi tak direspon. Padahal kami hanya perlu memasang oksigen saja, karena kami tidak tahu teknisnya seperti apa, hingga akhirnya meninggal, itu sih yang saya sesalkan," katanya dengan suara getar dan sedih.
Terkait warganya yang tengah menjalani isoman, kondisinya mengalami gejala sesak nafas, demam serta batuk pilek. "Ini yang hingga saat ini kami monitor terus dari tim Satgas. Artinya, kami ingin imun mereka itu bisa meningkat dan memberikan motivasi untuk bertahan," pungkasnya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan