Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Harry Cahyadi mengatakan, saat menerima laporan tersebut pihaknya bersama Polsek Samarinda Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"OTK itu melakukan pengerusakan kotak surat yang berada di depan pagar gereja kemudian melempari gereja dengan batu," kata Harry. "Dari rekaman CCTV terlihat ada satu orang pelaku dan diduga membawa senjata tajam (sajam)," sambungnya.
Kerusakan tidak terlalu parah, hanya kotak surat yang dirusak, serta kaca gereja tidak pecah, tetapi hanya tergores. "Hanya batu-batu yang berserakan di lantai depan gereja," sebutnya.
Sementara Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo saat dikonfirmasi mengatakan jika saat ini pihaknya telah memeriksa tiga saksi yang diduga melihat langsung pelaku.
"Sudah ada tiga saksi yang kami periksa, satu saksi diduga melihat langsung aksi pelaku dan dua lainnya yang melihat setelahnya," kata Gulo.
Mengenai motif OTK itu, Gulo menegaskan bukan dilator belakangi unsur SARA, namun ada dugaan aksi ini dikarenakan pelaku dendam dengan pihak gereja yang tidak memberikan saluran listrik kepadanya.
"Kami masih selidiki pelakunya yang berjumlah satu orang, motifnya diduga pelaku sakit hati, karena tidak diberi aliran listrik dari gereja, karena selama ini gereja kan melaksanakan ibadah online," kata Gulo.
Mengenai aksi pelaku yang terekam CCTV tersebut, mantan Kasat Lantas Polres Kutai Kartanegara ini mengaku pihaknya masih mendalami. "Kami masih dalami lagi kasus ini dari rekaman CCTV yang ada digereja," tutupnya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur