Wali Kota Samarinda H Andi Harun menyadari hal tersebut dan tindakan lanjutan yang dilakukannya adalah memboyong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan untuk membahas penanganan banjir.
Ditemui korankaltim.com di lokasi vaksinasi Covid-19 di pusat perbelanjaan Big Mall Samarinda Jalan Untung Surapati Minggu (4/7/2021) hari ini, Andi Harun menjelaskan berdasarkan data yang berhasil dihimpun terdapat 31 titik banjir pada Jumat lalu.
"Akan kami evaluasi, ini bentuk quick respons dari pemkot untuk mengatasi banjir," tegas Andi Harun. Evaluasi akan dikaji dari titik ke titiknya, yang berarti secara keseluruhan ada evaluasi serta mencari solusi dari persoalan tersebut mulai dari jangka menengah hingga jangka panjang bersama para OPD.
Sejauh ini pihaknya masih menyentuh titik-titik langganan banjir besar seperti di Simpang Lembuswana, Simpang Sempaja dan kawasan Jalan DI Panjaitan yang juga merupakan salah satu program penanganan banjir pada program 100 hari kerjanya lalu.
Nyatanya, ada titik-titik banjir baru yang tak diduga sebelumnya. "Tetapi bisa kita lihat sendiri untuk kawasan langganan banjir memang ada genangan namun untuk durasinya tidak memakan waktu lama," sebut Andi Harun. Untuk tiga titik langganan banjir besar, mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu juga membeberkan prosesnya sudah memasuki tahap lelang pekerjaan.
"Tinggal menunggu eksekusinya, namanya pekerjaan ini harus ada proses yang dilalui agar di satu sisi kita bisa membantu masyarakat tapi potensi hukumnya juga bisa kita kendalikan," tutupnya. Diketahui saat hujan deras mengguyur Samarinda pada hari Jumat lalu, intensitasnya tinggi sejak pagi hingga siang hari.
Hampir semua ruas jalan terendam air dan di beberapa kawasan bahkan terjadi longsor meski tidak terlalu parah. Imbasnya, aktivitas masyarakat terganggu karena banjir terjadi pada hari kerja saat banyak orang mengendarai roda dua maupun roda empat hendak pergi ke kantor.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur