Kepala BBPJN Kaltim Kaltara Junaidi menyebutkan, pekan depan rencananya pengerjaan akan mulai dilakukan sambil menunggu alat dan persiapan dari pihak kontraktor yang memenangkan lelang proyek.
“Proyeknya sudah terkontrak. Sebelumnya kami menunggu proses lelang, ini semua sudah beres. Sekarang tinggal persiapan untuk pengerjaannya,” sebut Junaidi.
Terpisah, Kepala Satuan Kerja (Satker) PJN 2 yang fokus pada permasalahan jalan di wilayah Bontang, Kutai Timur, Berau hingga ke Kaltara, Andre Sahat menyebutkan kontrak sudah diteken sejak 23 Juni 2021 lalu, nominalnya mencapai Rp286 miliar, yang secara umum difokuskan untuk penangan jalur poros sepanjang Samarinda menuju Bontang. “Tapi tahun ini segmen Tanah Datar yang akan menjadi fokus dan akan kami maksimalkan,” ujar Andre.
Sementara selama proses perbakan berjalan, sistem buka tutup jalan rencananya masih akan diberlakukan. Pasalnya opsi jalan alternatif yang tersedia tidak berhasil memenuhi aspek, keamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan. Walaupun mau tak mau perlu diakui, bahwa sistem buka tutup jalan tidak akan mengurai kemacetan yang terjadi di lokasi tersebut.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Aspian Nur