Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jaringan Sumber Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Darmadi mengatakan kawasan tinggi yang dimaksud yaitu Jalan Bhayangkara dan sekitarnya. "Saluran yang ada dimensinya terlalu kecil dan sudah rusak, sehingga apabila hujan tidak mampu menampung limpasan air hujan, termasuk banyaknya penggunaan lahan," ucapnya, Senin (21/6/2021).
Besaran lebar drainase yang ada di sekeliling Taman Samarendah disebutkan Darmadi berkisar 30 centimeter, sedangkan kedalaman yang tidak terlalu dalam. "Juga tutup dari drainase yang mulai rusak atau patah juga menjadi hambatan bagi jalannya air," jelas Darmadi.
Ia membeberkan Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran sekira Rp 4,5 miliar untuk pelebaran drainase tersebut, Darmadi menjelaskan kegiatan pelebaran itu akan mengubah besaran dari lebar drainase menjadi satu meter begitu juga mengenai kedalaman. "Karena memang dengan kedalaman seperti itu bisa optimal," tuturnya.
Sementara itu, juga ada pengerjaan pelebaran drainase pada Jalan Awang Long yang dinilai dapat menambah pengoptimalan saluran pada kawasan itu, hanya saja kegiatan tersebut tidak menjadi satu anggaran.
Ia menyebutkan sekira tiga meter akan menjadi lebar drainase pada kawasan tersebut untuk besaran anggaran mencapai Rp 6,5 miliar.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan