"Jadi biar Jembatan Mahkota II tidak tutup memang kami pasti mengalami peningkatan jumlah penumpang karena ada hari besar yaitu Lebaran," kata Rifki saat ditemui Dermaga Pasar Pagi Samarinda Jalan Yos Sudarso.
Peningkatan jumlah penumpang dirasakan Rifki sangat signifikan sekitar 90 persen, apalagi tarif yang terjangkau serta jarak tempuh tak memakan waktu lama menjadi faktor pendukung masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi sungai. "Kami patok harga Rp5 ribu untuk satu orang," tuturnya.
Senada dengan Rifki, Pengawas Dermaga dari Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Duri mengatakan, hal yang lumrah menjelang Lebaran dan hari besar lainnya, jumlah penumpang kapal tambangan meningkat. Duri memberikan perbandingan dengan hari biasanya yang biasa mencapai sekitar 60 orang, di hari besar seperti menjelang Lebaran sekarang ini, bisa mencapai 100 hingga 150 orang dalam perhari. "Kami identifikasinya melalui karcis," ungkapnya.
Perahu-perahu yang berlabuh pada dermaganya dijamin tingkat keselamatannya, karena semua kapal harus memiliki jaket pelampung. "Dalam hal ini kami juga bekerja sama dengan Jasa Raharja untuk jaminan keselamatan melalui pembayaran karcis itu," sebut Duri lagi.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur