Acara ini dibuka resmi Wakil Wali Kota H Rusmadi didamping Asisten I H Tejo Sutanoto dan Camat Samarinda Utara Syamsul Alam.
Orang nomor dua di Kota Tepian itu mengaku fantastis dengan adanya Saffana.
“Sangat luar biasa, keren, bulan puasa tahun ini berbeda karena ada Saffana. Saat perekonomian masih kurang bagus dan berusaha bangkit, festival seperti ini bisa membangkitkan lagi gairah para pelaku usaha UMKM (Unit Mikro, Kecil dan Menengah) di Samarinda,” kata Rusmadi kepada korankaltim.com usai membuka resmi acara petang kemarin.
Rusmadi berharap kegiatan seperti ini bisa digelar setiap tahun, bahkan bisa tiga bulan sekali demi mengangkat perekonomian warga. “Kalau bisa diadakan rutin per tiga bulan sekali karena kegiatan seperti ini sangat positif dan jadi hiburan masyarakat Samarinda,” ujar Rusmadi yang sempat membeli tanaman hias sebelum meninggalkan area Saffana.
Saffana menghadirkan hewan-hewan seperti berbagai jenis burung, sugar glider, kura-kura purba, ular, kuda, kelinci dan hewan lainnya.
Penggagas kegiatan ini, Sheila Achmad, memboyong semua hewan yang ada di mini farm Rumah Ulin Arya di Desa Bayur, Sempaja, ke area Saffana demi lebih mendekatkan ke masyarakat.
Sementara mereka yang menyukai tanaman hias diberi kesempatan memamerkan bunga hias mereka dan menjualnya di Saffana.
“Kami menyadari saat pandemic Covid-19 ini perekenomian masyarakat menurun, makanya melalui Saffana ini kami ingin membangkitkannya lagi, memberi mereka tempat di Saffana untuk menjual tanaman hias dan makanan untuk berbuka termasuk juga para pecinta hewan bisa melihat langsung hewan-hewan langka di tempat ini,” kata Ella, sapaan Sheila Achmad.
Ada 45 tenant di Saffana mulai dari penjual makanan hingga tanaman hias dan hewan. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 2 Mei 2021 nanti dan masyarakat yang datang dikenakan tiket masuk Rp10 ribu per orang.
Selama digelar, di Saffana akan ada Festival Tanaman Hias, Festival Hewan Peliharaan dan Pasar Ramadan bahkan ada give away, hadiah menarik untuk pengunjung yang beruntung
“Yang pasti protokol kesehatannya ketat disini, harus pakai masker dan cuci tangan. Kami melihat animo masyarakat kalau antusias, kegiatan seperti ini bisa kami gelar setahun sekali atau bahkan per enam bulan sekali,” ujar Ella.
Penulis: Aspian Nur
Editor: Rusdi