Bronjong yang akan menjadi penanganan sementara itu nantinya memiliki panjang sekira 20 meter dan memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Ia menyebutkan, menurut pantauannya penyebab dari terjadinya peristiwa ini lantaran keadaan tanah yang lereng ditambah kondisi tanah yang labil. "Belum lagi hujan pada saat itu sangat deras," sebut Budy, Rabu (7/4/2021).
Selama pengerjaan pihaknya akan melakukan penutupan jalan guna menghindari benturan dengan masyarakat, diperkiraan pekerjaan itu memakan waktu selama dua pekan. "Kami upayakan mulai besok (Kamis, 8 April) ini sudah dikerjakan," ujarnya.
Pengerjaan yang dilakukan satu hari pasca kejadian, sebab pihaknya masih menunggu koordinasi dengan pemilik rumah yang terdampak, agar tak menimbulkan masalah ketika alat berat yang diturunkan menyenggol sebagian dari rumah tersebut.
Sementara disinggung terkait penanganan permanen pihaknya telah mengusulkan dengan metode dinding penahan tanah (turap) pada, APBD Perubahan mendatang sebesar Rp 10 miliar. "Karena di murni ini masih belum memungkinkan, jadi kita tangani sementara dulu," tandasnya. Sebelumnya diwartakan longsor yang terjadi pada kawasan Samrinda Utara itu pasca hujan deras yang mengguyur Kota Tepian pada Selasa (6/4/2021) dini hari lalu.
Lurah Tanah Merah, Joko menyebutkan tindak lanjut dari peristiwa tersebut akan melaporkan kepada pihak PUPR Samarinda. Joko menjelaskan tanda-tanda akan terjadinya longsor sudah terlihat sekira dua bulan lalu, ia menggambarkan kondisi jalan sebelumnya memang sudah menggantung.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi