Lurah Tanah Merah, Joko mengatakan tanda-tanda akan terjadinya longsor sudah terlihat sekira dua bulan lalu. Ia menggambarkan kondisi jalan sebelumnya memang sudah menggantung. "Jadi di bawah jalan itu tanahnya sudah sebagian kosong," ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Selasa (6/4/2021).
Ia membeberkan pada tahun lalu di kawasan itu sudah pernah ada pengerjaan pondasi jalan, perbaikan jembatan dan drainase dengan anggaran kurang lebih Rp 200 juta. "Tapi karena geografisnya sehingga tidak mampu menahan," sebutnya.
Atas kejadian ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda.. Hasilnya akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda. "Jadi nanti saya akan laporkan ke PUPR Samarinda," tegasnya.
Sementara Ketua RT 03, Jalan Meranti Talang Sari, Marsudi menyebutkan longsor yang memutus jalan itu diperkirakan penyebabnya dari genangan air yang kerap muncul ketika hujan. "Mungkin material tergerus dibawa air," jelasnya.
Ia mengaku bencana itu terjadi sekira pukul 03.00 wita dini hari, menurut pengakuan warga sekitar sempat melintasi jalan tersebut sekira pukul 01.00 wita masih belum terjadi longsor. "Tapi ada yang lewat kira-kira jam 04.00 sudah longsor," akunya. Terlihat satu rumah terdampak, Marsudi menjelaskan bangunan tersebut sementara ini sedang ditinggalkan penghuninya bepergian ke luar daerah.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan