Ketua Komisi IV, Rusman Ya'qub menyampaikan para asosiasi yang menyambangi DPRD Kaltim hari ini memang merasakan secara langsung dampak yang terjadi di lapangan. Sebab pada 6-7 Februari 2021 ada imbauan untuk masyarakat berdiam diri di rumah.
Rata-rata menyebutkan bahwa mereka meminta adanya evaluasi dan revisi terkait instruksi tersebut serta meminta kebijakan yang lebih detail dan pasti dari pemerintah. Agar tak membingungkan para pelaku usaha dan pariwisata di kemudian hari.
"Hasil dari pertemuan ini, kami akan bersurat ke Gubernur melalui Ketua DPRD Kaltim atas masukan dari penggiat ini. Kami sampaikan ini supaya kalau memang instruksi itu berlanjut, ada rencana detailnya," kata Rusman.
Ia menegaskan, para penggiat ekonomi kreatif dan pariwisata ini bukannya anti atau tidak mau dengan Instruksi Gubernur. Mereka tetap menyetujui program pemerintah yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, instruksi itu tidak bisa dadakan. Setidaknya, ada sosialisasi dan kajian teknis detailnya agar aspek ekonomi dan protokol kesehatan tetap berjalan.
"Termasuk tadi ada usulan soal pembatasan jam operasional. Bahkan ada yang menyarankan, Kaltim Steril jangan di akhir pekan. Tapi di hari kerja lain. Sebab UMKM hidupnya itu pada Sabtu dan Minggu," ungkapnya.
Menurut Rusman, instruksi tersebut penting untuk dikaji ulang dan direvisi. Mensterilkan suatu daerah juga tak bisa sekaligus. Namun harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terberat ada di mana. "Oleh sebab itu, konsep pembentukan Tim Satgas Covid-19 di tingkat RT dan kelurahan memang diperlukan," pungkas dia.
Penulis : */ Faishal Ays
Editor : Bambang Irawan