Hal ini disampaikan Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Kaltim-Kaltara Abdul Muis. "Hal itu (peredaran narkoba) sangat meresahkan dan menjadi ancaman nyata bagi generasi muda sebagai generasi penerus estafet kepemimpinan bangsa," kata Muis kepada korankaltim.com, Rabu (27/1/2021) hari ini.
Selanjutnya, adanya peningkatan kasus korupsi di Indonesia bahkan melibatkan petinggi dan pejabat negara. Seyogianya Kapolri baru dapat membawa Polri lebih sinergis lagi bersama KPK untuk bersama-sama melakukan penegakan hukum pada pelaku Korupsi.
Kemudian, adanya perkembangan teknologi dan informasi yang banyak memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Tetapi, juga menjadi ancaman keamanan ketertiban masyarakat, bahkan dapat menjadi pemicu terjadinya disintegrasi bangsa.
Dalam pantauan HMI, salah satu hal yang banyak menyumbang kegaduhan di masyarakat ialah dengan semakin merebaknya akun anonim di sosial media yang secara masif melakukan provokasi dan ujaran kebencian di sosial media. "Sehingga hal tersebut juga harus menjadi atensi Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menjalankan tugas," sebut Muis.
Meningat, saat masih menjabat sebagai Kabareskrim Jenderal Listyo Sigit terbukti tegas tanpa pandang bulu dalam hal penegakan hukum sekalipun itu menindak anggota Polri yang terlibat dalam perkara tersebut. Terbukti pada kasus Novel Baswedan dan Djoko Tjandra.
Karena itu dengan dilantiknya Jenderal Listyo Sigit menjadi Kapolri. HMI berharap, agar dapat bekerja dan nenuntaskan seluruh PR yang ada. Demi terciptanya keamanan, ketertiban masyarakat, penegakan hukum yang adil dan profesional. "Dan juga memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat," tutup Muis. (*)
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: Aspian Nur