"Untuk radius pencarain kami perluas hingga 9 kilometer, dari titik tenggelam hingga ke kawasan Selili," tuturnya saat ditemui di posko pencarian Jalan RE Martadinata Kelurahan Teluk Lerong Ilir Samarinda Ulu, tepatnya Taman Teluk Lerong Garden sore tadi.
Selain itu, untuk upaya pencarian tersebut, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda serta Polsek Kawasan Pelabuhan (KP).
"Kami juga koordinasi sama mereka, untuk melakukan pantauan di kawasan pelabuhan hingga kawasan Selili," ujarnya. "Dan juga koordinasi melalui frekuensi radio, kepada kapal-kapal batu bara, juga kapal penambang pasir dan itu setiap satu jam sekali, jika mereka kalau ada melihat korban," sambungnya.
Untuk lebih efektif, dalam pencarian ini, pihaknya membagi tim, dari posko pencarian ke titik pemuda itu tenggelam dan sebagian ke kawasan Selili. "Jadi, kami bagi tim dan bergantian dalam penyisiran, ini lebih lebih efektif," imbuhnya.
Terkait dengan kendala, pihaknya mengaku ada beberapa hal seperti rumput dan batang yang menyulitkan alut, saat penyisiran karena nantinya bermasalah dengan mesin. "Termasuk dengan arus yang deras dan cuaca, tadi sempat hujan juga, sehingga selama satu jam pencarian kami tunda, setelah itu baru berlanjut," tandasnya.
Dan hingga pukul 17.30 WITA pencarian hari ketiga dihentikan dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan keesokan harinya Kamis (21/1/2021) besok mulai pukul 07.00 WITA.
Tetapi, untuk malam hari tim SAR tetap melakukan pemantauan, di sekitar posko dan pinggir sungai. Pasalnya, sesuai Standar Operasional (SOP) tidak ada pencarian pada malam hari.
Diberitakan sebelumnya, Muhammad Alfayed, seorang pemuda berusia 19 tahun tenggelam terseret arus Sungai Mahakam saat berenang tak jauh dari Jembatan Mahakam pada Senin (18/1/2021) lalu sekitar pukul 17.30 WITA.[]
Penulis : Nancy
Editor : Rusdi