Sugeng menjelaskan pada percobaan pertama tekanan darah mencapai 185 per 145 milimeter hydrargyrum (mmHg), kemudian masuk dalam percobaan kedua sedikit turun dari percobaan pertama dengan tekanan masih tinggi mencapai 160 per 100 mmHg. "Percobaan ketiga baru saya bisa itu tekanannya mencapai 145 per 90 mmHg," ujarnya, usai penyuntikan vaksin di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Kamis (14/1/2021)
Sugeng menjelaskan bahwa terdapat beberapa kali percobaan dengan tekanan darah yang tinggi adalah faktor dari perasaan yang gugup, sampai pada akhirnya dapat dilakukan penyuntikan, meskipun terlihat dari gimik diraut wajahnya menunjukan perasaan gugup. "Biasa karena gugup, maklum lah ya karena itu barang baru kan," jelasnya.
Namun usai penyuntikan dengan proses yang ia lalui cukup berbeda di antara penerima yang lain, Sugeng menyebutkan merasa puas dapat menjalankan tugas pemberian vaksin itu. "Ini termasuk tugas ya, yaitu tugas meyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini aman," ucap Sugeng.
Selain itu tak menemukan efek samping yang dirasakan juga menjadi modalnya untuk meyakinkan kepada seluruh masyarakat Samarinda untuk dapat menerima vaksin tersebut.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi