Dalam pengamatan orang nomor satu di Kota Tepian tersebut, taman yang sudah hampir rampung itu telah sesuai dengan harapan perencanaannya untuk menambah keindahan kota dan berharap masyarakat menjaga fasilitas tersebut. "Kan enak juga kalau di jaga, mereka bangun pagi segar matanya melihat tanaman, bisa joging," kata Jaang.
Setelah dari taman di tepian sungai karang mumus, Jaang melihat pembongkaran rumah di bantaran SKM segmen Pasar Segiri yang hanya menyisakan beberapa bangunan, Jaang menyebutkan sisa bangunan yang masih berdiri itu bukan lantaran adanya penolakan warga, melainkan keterbatasan anggaran dalam menangani dampak sosial, sehingga Pemkot Samarinda perlu menganggarkan kembali untuk pencairan dana kerahiman. Ucapan syukur juga ia haturkan sebab kegiatan pembongkaran dapat terlaksana
"Alhamdullilah, dapat terlaksana, mulai dulu kan yang belum ada anggarannya," ungkap Jaang.
Untuk bangunan yang masih berdiri, Jaang meyakinkan akan terbayar pada 2021 mendatang, pasalnya ia telah melakukan verifikasi anggaran ke Provinsi Kaltim sebesar Rp 538 juta telah masuk dalam perencanaan itu, bersumber dari APBD 2021.
Pasca dari pembongkaran itu lahan tersebut akan dibangun sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH) guna menambah kawasan RTH di Samarinda. "Kami akan menyediakan lahan, Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) yang akan membangunnya," pungkas Jaang. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur