"Senang bisa bergabung di provinsi, sedih meninggalkan pemkot," kata Faisal usai pelantikan di Kantor Gubernur Ruang Ruhui Rahayu Jumat (4/12/2020) pagi tadi.
Faisal yang telah menjabat di Pemkot selama kurang lebih 25 tahun menganggap, jabatan yang baru saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya, lantaran OPD yang saat ini ia nahkodai berhubungan dengan informasi. Kasus hoaks yang masih kerap ditemukan, menjadi tugas awal saat ia sudah mulai aktif bekerja.
Menjadi kepala Diskominfo Kaltim bisa jadi bukan sesuatu yang sulit bagi Faisal karena dirinya pernah jadi Kabag Humas di Pemkot Samarinda, dimana tugasnya kurang lebih sama dengan jabatannya sebagai kepala dinas saat ini, berhubungan dengan wartawan dan memberikan informasi terkait kegiatan di Kaltim..
Terkait program unggulan yang akan ia lakukan, Faisal masih melakukan koordinasi dengan Gubernur Kaltim. Kendati meninggalkan Disperin Samarinda, namun dipastikan Faisal Kawasan Industri Khusus yang diwariskannya tetap berjalan walaupun ia telah pindah. "Itu tetap berjalan, tidak ada pengaruhnya walaupun saya pindah," jelas Faisal.
Pada 2021 mendatang KIK sudah masuk dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang akan digarap oleh konsultan. Mengenai anggaran Faisal membeberkan masih menunggu dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim. "Menunggu dari Bankeu, saya sudah usulkan ke gubernur mudahan disetujui. Minimal salah satu lah bisa mulai," harapnya.
Mengantisipasi kemungkinan belum mendapatkan kucuran dari Bankeu, ia juga telah berpesan kepada jajarannya dulu untuk mengusulkan ke Pemerintah Pusat menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur