Koordinator aksi, Ahmad Fauzi berkata pernyataan Emmanuel Macron yang berupaya mendukung tabloid Charlie Hebdo yang secara terus menerus membuat karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk permusuhan terhadap Islam, serta upaya untuk mengubur Islam yang hakiki, Islam yang Rahmatan Lil alamin.
Atas sikap itulah, Dpw Ahlulbait Indonesia Kaltim mengecam pernyataan Presiden Prancis itu dengan turun ke jalan menyuarakan perlawanan. Aksi yang telah mendapat rekomendasi dari Satgas Pemberantasan Covid-19 Samarinda itu diawali dengan pembacaan maulid nabi dan orasi ilmiah para tokoh dari jemaah Ahlulbait se-Kaltim.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Aparatur kepemerintahan yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan Aksi Cinta Nabi dan Islam ini,” terang Ahmd Fauzi yang juga merupakan Ketua Bidang Litbang dan Organisasi Dpw ABI Kaltim.
Ketua Dpw ABI Kaltim Sayid Thoriq Assegaff dalam orasinya menyampaikan; “Bahwa Kami seirama dengan apa yang disampaikan Sayid Hasan Nasrullah dengan mendukung Grand Syeik Azhar Ahmad Tayyib yang telah membentuk komite khusus dan menegaskan bahwasanya kebebasan berekspresi harus sesuai dalam bingkai tanggungjawab sosial yang menjaga hak-hak pihak lain. Dan rekomendasi ini akan disampaikan kepada PBB”. (*)