Pelantikan pengangkatan jabatan struktural ini sendiri dilakukan di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda yang diikuti seluruh staf Perumdam Tirta Kencana secara virtual, Selasa (3/11/2020) siang.
Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana kota Samarinda, Nur Wahid dalam sambutannya mengatakan perubahan status bertujuan untuk membangun Perumdam menjadi perusahaan profesional dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan.
Pasalnya kata dia, sekarang ini masih banyak tugas yang menjadi pekerjaan rumah Perumda dan harus diselesaikan dalam memberikan pelayanan air bersih ke rumah warga.
“Karena dari awal kepemimpinan Walikota sudah jelas yang diminta, gimana caranya ketika warga menghidupkan keran, air langsung ngalir, pesan ini yang menjadi tugas kami untuk mewujudkannya,” tutur Wahid.
Oleh itu, dalam meciptakan perusahaan profesional tadi, Wahid tak lupa menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang selalu mendukung upaya Perumdam dalam memperbaiki layanan dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga dengan menambah peningkatan kapasitas pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) baik di Kelurahan Gunung Lingai, Makroman dan Sei Kapih.
“Insya Allah kalau proses pembangunannya sudah selesai otomotis penambahan suplai air bersih ke rumah warga dì wilayah tadi bisa menjadi 55 liter per detik,”ungkapnya.
Pelantikan jabatan struktural siang itu, disaksikan langsung oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin, Asisten II, drg Nina Endang Rahayu serta ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah dan anggota Dewan Pengawas Abdullah.
Sementara Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dalam arahannya mengatakan, dengan berubahnya unit kerja PDAM menjadi Perumdam maka ia meminta semua jajaran yang terlibat harus berpikir profesional.
Maksudnya, kata Jaang, bagaimana caranya perusahaan bekerja mencari uang sebagaimana mestinya perusahaan profesional. Bukan malah sebaliknya menghabiskan uang.
“Paling penting seperti pesan saya pertama kali saat dilantik menjadi Walikota, gak muluk-muluk berharap kalau ibu-ibu masuk dapur putar keran, air langsung ngalir. Pokoknya ngalir dulu lah,”kata Jaang.
Mimpi itulah, yang hingga saat ini terus ia tagih kepada PDAM hingga kini berubah menjadi Perumdam untuk mewujudkannya.
Karena masalah air bersih menurut Jaang, sudah menjadi kebutuhan utama warga berdasarkan hasil survei yang ia lakukan saat menjabat Wali Kota di periode pertama.
Jadi ia harapkan, kendati arah manajemen perumdam nanti sudah menuju profit oriented tapi tidak melupakan pelayanan.
“Jadi tugas manager dan asisten yang dilantik hari ini bisa merencanakan langkah dalam pencapaian tujuan sebuah perusahaan mungkin dengan membuka sejumlah peluang dengan format baru. Intinya mulai sekarang harus berpikir profesional,” tandas Jaang.[kmf]
Editor : Rusdi
Sumber: Diskominfo Kota Samarinda