Jaang mengatakan, dari segi fasilitas sudah sangat mencukupi, untuk bisa mulai beroperasi Selasa (20/10/2020) besok. Lab Kes Samarinda, kata Jaang mampu menguji 96 sampel dengan waktu 6 jam saja.
"Jadi sampel-sampel yang biasanya ditangani provinsi bisa dihandel di sini," ucap Jaang usai tinjauan.
Pengoperasian Lab Kes Samarinda, juga termasuk upaya penanganan percepatan Covid-19, lantaran hasil tracing akan lebih cepat terbaca kondisinya.
Perencanaan pembangunan itu sudah sejak tiga tahun yang lalu, sehingga dapat disimpulkan laboratorium tersebut bukan berarti hanya menangani saat adanya Covid-19. Masyarakat umum dapat menikmati fasilitas tersebut sebut Jaang.
"Dibuka untuk masyarakat umum, tinggal sampelnya saja yang diambil di mana, entah itu di rumah sakit negeri atau swasta, maupun puskesmas, nanti dibacanya disini," ungkap Jaang.
Tutupnya melihat tren angka penambahan kasus baru lantaran hasil tracing yang sangat banyak, sejauh ini swab sudah dilakukan sekira 32 ribu orang, sedangkan rapid sudah dilakukan kurang lebih sebanyak 40 ribu orang.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Samarinda, dr Osa Rafshodia menjelaskan, manfaat jangka panjang yang dimiliki dari laboratorium tersebut tidak hanya menangani Covid-19, melainkan penyakit lain yang penyebabnya virus.
"Jadi tidak hanya Covid-19 yang kami tangani disini, jangka panjangnya bakal digunakan untuk mendeteksi penyakit lain," jelasnya.
Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, dalam tenggat waktu empat bulan akan ditingkatkan, dari UPT menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi