"Waktu itu saya habis pulang kerja, terus mau istirahat," ucap Sinaryansyah, ditemui Minggu siang.
Belum lagi mata terlelap, ia mendengar suara gemuruh dari atap rumahnya. Dengan cekatan langsung melindungi buah hatinya.
"Dengar kayak suara batu jatuh dari atas atap, saya langsung refleks melindungi anak saya," ungkapnya.
Pohon itu menimpa tepat di ruang kamar tidurnya, gerak cekatan yang ia miliki juga membuat nyawa buah hatinya terselamatkan.
Dikonfirmasi terpisah, Staff Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda, Sunardi Siman yang juga di bantu oleh unsur Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, dan juga Tagana Samarinda mengatakan, dalam peristiwa tersebut mengakibatkan satu rumah rusak parah dan satu bangunan terkena dampak. "Yang menjadi korban disini ada dua rumah, satu rusak parah, yang satunya bagian dinding dan atap rusak," sebutnya saat usai melakukan penanganan.
Besar pohon membuat pihaknya harus menggunakan 4 alat mesin potong yaitu chainsaw. Namun ia menjelaskan, terdapat satu pohon yang masih berdiri kokoh. Guna mengantisipasi warga ia menyarankan agar warga setempat dapat melakukan pemangkasan secara perlahan.
"Ada satu pohon yang potensi bisa jatuh juga, karena tanah kondisinya labil takutnya bergerak, menjatuhi rumah warga. Kami menyarankan pada warga untuk pelan-pelan dipangkas," jelasnya. Penanganan yang pihaknya lakukan sudah selesai tinggal warga yang bergotong royong untuk melakukan penggalian pada tanah yang menimpa bangunan tersebut.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi