Pasalnya, pada Selasa (6/10/2020), petugas dari BPBD Kota Samarinda, sudah melakukan penyemprotan disinfektan, di sepanjang jalur, yang dilintasi tim pemakaman jenazah Covid-19.
Sebelumnya, bermodal kekhawatiran, warga melakukan blokade jalan menuju pemakaman Raudhatul Jannah, lantaran resah, beberapa kali pemulasaraan jenazah Covid-19, dilakukan tanpa penyemprotan disinfektan.
Waktu itu, alasannya karena tak tersedianya anggaran.
Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairudin menjelaskan, yang terjadi sebenarnya bukan tidak ada anggaran.
"Sudah aman, petugas sudah melakukan penyemprotan lagi. kemarin hanya lambat cair saja," ucap Sugeng kepada korankaltim.com, Selasa (6/10/2020) siang.
Terpisah, Ketua RT 20 Jalan Serayu, Waryo mengatakan terkait permintaan warga tentang penyemprotan yang wajib dilakukan setiap ada pemakaman, sudah diakomodir oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
"Terkait demo kemarin sudah ada tanggapan, dan penyemprotan juga mulai dilakukan," ujarnya.
Saat disinggung soal adanya penghadangan iring-iringan mobil petugas penjemputan jenazah, usai pemakaman kemarin, pihaknya mengaku tak mengetahui pasti. Pasalnya saat itu dirinya masih berada di lokasi pemakaman.
"Sekarang sudah selesai, warga juga kondusif, karena permintaan mereka sudah dipenuhi," pungkasnya.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi