Kabar ini, ditanggapi suka cita para pelaku usaha, di dua kawasan itu. Imelda Tonapa misalnya. Koordinator Pengelola Citra Niaga ini, mengaku, meski bahagia bisa kembali menjalankan aktifitas di Citra Niaga, namun kewaspadaan terus ditingkatkan.
Misalnya, dengan melakukan pengurangan meja dan tempat duduk agar tak menimbulkan kerumunan. "Tadi saya dengan beberapa perwakilan pelaku usaha sudah bertemu, dan telah menentukan pengurangan meja," ucap Imelda Tonapa.
Selain itu, kata dia para pelaku usaha yang mewakili juga berharap adanya penjagaan yang selalu melakukan pengawasan. Hal itu dimaksudkan, supaya para pengunjung lebih patuh terhadap protokol kesehatan. "Mereka (pelaku usaha) sampaikan, kalau mereka yang negur pelanggan ini justru tersinggung," ungkapnya.
Untuk itu, ia menyebut kini telah tersedia sekira 4 titik sarana fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, yang ada di kawasan tersebut. Ditambah tiap tenan juga menyediakan washtafel.
Dikonfirmasi terpisah, salah satu pemilik kedai kopi di kawasan Citra Niaga Setyawan Yogy mengatakan, prinsipnya sangat mendukung program Pemerintah dalam penanganan wabah pandemi Covid-19 ini.
"Ya kami juga sepakat adanya pengurangan, dan sangat menerapkan protokol kesehatan, agar cafe lain juga dapat mencontoh," kata Yogi.
Muncul inisiatif dari para pelaku usaha di Kawasan Citra Niaga untuk melakukan komunikasi dengan Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, untuk membuat kawasan ini taat protokol kesehatan.
Yogy yang biasanya membuka kedai dengan puluhan meja, saat ini disampaikannya kemungkinan akan membukan sebanyak 7 pasang meja saja.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi