"Sebelumnya saya tidak pernah tahu kejadian ini pernah terjadi, baru kali ini ada orang tenggelam," ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (28/9/2020). Terkait penjagaan, ia melaporkan bahwa sebelum kejadian nahas tersebut terjadi, satpam yang bertugas telah memberi peringatan terlebih dahulu sebanyak dua kali.
"Dari security sudah ada kasih teguran buat anak rombongan anak-anak itu, pertama kali ditegur masih tidak dengar, terus kedua kalinya baru mereka pergi. Tapi rombongan anak-anak itu tidak kasih tau kalo ada temannya yang ketinggalan," jelasnya melaporkan informasi dari security yang bertugas.
Sebenarnya untuk pemberitahuan dilarang berenang di area tersebut sudah tertuang dalam papan peringatan yang sudah dibuat oleh pihaknya. Kemudian terkait pihaknya akan lebih memperketat penjagaan, agar tak terulang kembali kejadian serupa.
"Ya tentunya kami akan lebih memperketat penjagaan ya, agar kejadian kemarin tidak terulang lagi," tegasnya. Selain itu dengan respon cepat, pihaknya juga telah memberikan bantuan kepada orang tua korban.
"Malam itu juga kami yang diwakili oleh Kepala Biro Umum langsung menyambangi rumah korban, untuk memberikan bantuan, tapi berhubung bukan saya yang mengantar, jadi saya kurang tau berbentuk apa bantuannya," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Umum dan Keuangan Unmul, Rizal Irawan mengaku bahwa dirinya yang juga didampingi oleh beberapa satpam serta Polri langsung memberikan bantuan berupa uang tunai, ke rumah duka di kawasan Mugirejo.
"Saya tidak tau berapa nominalnya, yang jelas saya diamanahkan untuk mengantar, dan bantuan tersebut berupa uang tunai," jelasnya.
Lebih mengejutkannya lagi, disampaikan Irawan saat pihaknya menyambangi rumah duka dan disambut antusias dengan pihak keluarga, ternyata ibu kandung dari korban sempat bercerita sebelum anak kesayangannya meninggal dunia.
"Ibunya sempat cerita ke saya, satu hari sebelumnya anak itu telah memberikan pertanda, anaknya ngomong ke ibunya kalau mau ketemu Allah," ucapnya menirukan perkataan ibu kandung korban.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi