Hal ini, dibahas dalan rapat Pemkot bersama DPRD Kota Samarinda, Selasa (15/9/2020).
Rapat menyepakati, sejumlah perusahaan di sekitar lokasi menyanggupi permintaan bantuan sumbangsih untuk menyelesaikan bencana longsor yang tak kunjung usai tersebut.
"Selama ini kendalanya minim alat, jadi nanti dikoordinir sama pekerja teknis lapangan untuk perusahaan yang mau membantu untuk percepatan penanganan," ucap Asisten II Pemkot Samarinda, Nina Endang Rahayu.
Sementara itu, dalam penyampaian Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar mengutarakan kekecewaannya, lantaran penanganan longsor tersebut tak kunjung usai.
"Ini kenapa bisa longsor dalam sebulan tidak juga selesai," sebutnya dalam rapat tersebut.
Ia terlihat tampak kesal, pasalnya yang menjadi momok buruk ialah dirinya dicap jelek oleh sebagian warga Palaran, kebetulan juga ia terpilih dari dapil 2 yang mencakupi Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa janan Ilir.
Selain itu ia berkomentar terkait lambannya kinerja Pemerintah Provinsi, sehingga saat ini ia menuntut pengerjaan tersebut perlu adanya bantuan dari segala pihak termasuk pihak swasta untuk melakukan percepatan penanganan.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi