Rumah Sakit "Babak Belur", Pasien Antre di IGD Hingga Krisis Ventilator
2 menit baca868 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim) membuat sebagian besar Rumah Sakit (RS) pun turut mengalami peningkatan jumlah pasien yang dirawat secara isolatif. Dalam data yang dirilis Kementerian Kesehatan awal September lalu, Kaltim menempati posisi keempat dalam tingkat okupansi RS tertinggi di Indonesia.
Sejumlah RS di Kaltim pun tak membantah hal tersebut. RSUD AW Sjahranie misalnya, mengakui tingkat hunian di ruang isolasi mencapai 90 persen. Bahkan diinformasikan, sejumlah pasien kadang harus mengantre di IGD sembari menunggu ada ruang isolasi yang kosong.
“Situasinya memang sangat padat. Jumlah pasien naik turun dalam satu hari dengan sangat cepat. Sangat fluktuatif,” beber Dirut RSUD AW Sjahranie, David Harjadi Mahsoer pada Minggu (13/9/2020) hari ini.










