Sepupu Andi yang juga bekerja di kapal ponton dan hendak salat subuh masih melihat keluarganya itu di dermaga. Selesai salat sekitar pukul 05.30 WITA, si sepupu sudah tidak melihat Andi dan hanya menemukan sendal jepit warna ungu, kotak rokok serta Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kasat Polair Polresta Samarinda, AKP Iwan Pamuji yang mendapat laporan dari tim relawan mengenai orang tenggelam langsung menurunkan anggota ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Kami belum terima laporan resmi, hanya terima informasi dari teman-teman relawan dan saat ini dari tim SAR gabungan masih mencari dengan radius pencarian 200 meter," kata Iwan saat ditemui di Mako Polair Polresta Samarinda Jalan Untung Suropati Sungai Kunjang.
Dugaan sementara Andi terpeleset ke sungai saat berada di pinggir dermaga, pasalnya ditemukan sendal dan kotak rokok serta KTP korban. "Dugaan sementara karena terpeleset dan dari pengecekan titik signal hp terakhir korban yang kami lakukan, itu berada di dalam air, dengan jarak 10 meter dari dermaga," ungkap Iwan.
Dugaan itu ditambah dengan keterangan saksi di lokasi dimana Andi terakhit terlihat menggunakan pakaian jenis sweater warna kuning hitam dan celana jeans hitam. "Keterangan dari keluarganya tidak ada permasalahan dalam keluarga, makanya dugaan kami Andi terpeleset," sebut Iwan. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur