“Kegiatan ini merupakan upaya organisasi dalam rangka Musyawarah Nasional, intinya kegiatan ini bagian dari penyiapan DPP Perpamsi ke depan, struktur baru mengharuskan adanya pengurus baru plus dewan pengawas, tentu akan ada beberapa penyesuaian dalam ADART,” ujarnya ditemui Koran Kaltim disela kagiatan yang dipusatkan di Komplek Learning Center PDAM Samarinda Jl Cendana Kamis (3/8) kemarin.
Alimudin menyebut, kedepan PDAM di seluruh Indonesia perlu mendapatkan dukungan dari semua lapisan masyarakat. Pasalnya, pelayanan terhadap kebutuhan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar.
“PDAM perlu dukungan penuh dari semua pihak, hari ini kami sedang mencoba menyiapkan regulasi yang jelas bagi kemajuan PDAM di seluruh Indonesia. Samarinda sudah memberikan dukungan baik, dari walikota tapi walikota saja tidak cukup. Karena air baku misalnya itu perlu semua masyarakat berperan dengan menjaga kualitas air baku Sungai Mahakam dengan tidak membuang sampah,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Peraturan DPP Perpamsi, yang juga Direktur Utama PDAM Giri Menang Mataram Ahmad Zaini mengatakan, peran PDAM Tirta kencana Samarinda sangat besar pada kemajuan organisasi pengelola air bersih itu. Pasalnya, selain di percayanya Dirut Alimudin sebagai salah satu pengurus pusat, dan ketua DPD Perpamsi Kaltim, secara jumlah pelanggan juga PDAM Samarinda menurut Ahmad Zaini menjadi salah satu yang besar.
Untuk itu, ia berharap kedepan akan dihasilkan AD/ART yang akan mendukung semua kegiatan Perpamsi dalam rangka menyukseskan target MDGS 100 persen pelayanan air bersih , 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi pada 2019. Sementara itu, progres capaian target 2019 baru mencapai 70 persen, dimana hanya 45 persen diantaranya yang merupakan pelayanan air bersih berbasis perpipaan.
“Untuk itu kami perlu mendapat dukungan dari semua pihak, karena pelayanan air bersih ini sejajar dengan pendidikan dan kesehatan, yang kita tahu dukungan anggaran untuk keduanya sudah cukup baik,” ungkapnya. (rs)