Angka itu, adalah total keseluruhan pasien Covid-29 yang meninggal dunia, termasuk 24 kasus diantaranya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sisanya, sebagian besar berstatus Probable.
Namun demikian, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda Ifran mengatakan lahan penguburan, yang disediakan khusus untuk pasien Covid-19 masih cukup memadai. Seperti diketahui, Pemkot Samarinda mengalokasikan lahan seluas 5 hektare, dengan nama Taman Pemakaman Raudlatul Jannah di Jalan Serayu RT020, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, untuk makam pasien Covid-19 yang beragama Islam. Sementara untuk non Muslim, disediakan lahan seluas 15 hektare.
"Untuk pemakaman muslim 1 blok masih menyisakan 4 liang lahat dan masih tersedia 3 blok kosong, jadi masih cukup. Sedangkan pemakaman Kristen masih cukup luas, karena baru terisi 2 makam," kata Ifran kepada Korankaltim.com, Minggu petang.
Dalam sepekan terakhir, lanjut Ifran hampir setiap hari ia bersama tim mendapatkan tugas pemakaman dengan protokol Covid-19. Bahkan, jumlahnya bisa lebih dari 1 jenazah dalam sehari.
Meski berat, kata dia para pejuang petugas pemakaman jenazah Covid-19, kini tetap bersemangat dan dalam kondisi sehat. Walaupun, akunya rasa lelah pasti dirasakan.
Diketahui pada Kamis (20/8/2020) sebanyak 6 orang dalam satu hari dinyatakan meninggal dengan status 5 orang probable dan satu orang positif Covid-19.
Ifran mengatakan, dengan tugas berat setiap harinya. Saat ini ada 24 petugas penguburan yang siap sedia, ketika ada jenazah yang terkonfirmasi positif maupun probable Covid-19 harus segera dimakamkan.
"BPBD ada 10 orang, DPKP ada 14 orang tim penguburan ditambah dengan tim lampu penerangan," ucapnya.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdianto