"Tiba-tiba itu mati lampu, saya kira memang mati dari pusat, tetapi kok ada bau kabel terbakar. Dicari-cari sampai keluar tidak ada, ternyata dari kamar kos di lantai dua," ujar Mudji.
"Saat saya cek, api sudah besar dan saya langsung selamatkan keluarga dan semua penghuni," sambungnya.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam musibah kebakaran tersebut ia bersama dengan seluruh penghuni bangsal tak sempat menyelamatkan barang berharga.
"Semua barang gak sempat diselamatkan, ya yang penting semua keluarga selamat sama penghuni bangsal," bebernya.
Saat ditanya penyebab api, tersebut Mudji menduga karena korsleting listrik di kamar kos yang telah kosong sejak sebulan lalu.
"Mungkin karena korsleting listrik, karena kamarnya itu kosong," tandasnya.
Sementara itu, Humas Disdamkar Samarinda, Hery Suhendra mengatakan pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 14.15 WITA dan unit yang diturunkan satu posko, dengan dibantu teman relawan juga ada dari Kutai Kartanegara (Kukar).
Untuk bangunan yang terbakar ada dua bangunan, yakni satu rumah tunggal dan satu bangsal dua pintu, dengan jumlah sepuluh jiwa dari tiga Kepala Keluarga (KK).
"Kalau dugaannya itu karena korsleting listrik dan diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," terangnya.
Sementara saat ditanya kendala saat memadamkan api, ia mengaku minimnya sumber air, serta akses jalan yang sempit, ditambah dengn warga yang menonton.
"Sehingga api baru bisa kami padamkan itu, setelah sejam kemudian," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi