"Tetapi berkat adanya Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) yang dideklarasikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan sudah disosialisasikan kepada petani serta para pengusaha yang bergerak di sektor pertanian kini minyak sawit sudah jadi komoditas ekspor,” kata Cahyono, melalui keterangan tertulis diterima Korankaltim.com, Selasa (18/8/2020) petang.
Menurut Cahyono, keberhasilan produk kelapa sawit berupa minyak sawit asal Kaltim mampu menembus pasar China merupakan pencapaian penting. Musababnya, negara tujuan ekspor tersebut membuat persyaratan yang ketat, seperti memenuhi persyaratan Import Health Standar (IHS) dan ini harus dipertahankan supaya ekspor berkelanjutan dan meningkat.
Lebih lanjut Cahyono menerangkan, untuk mendukung Gratieks Karantina Pertanian Samarinda melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.
Tidak hanya minyak kelapa sawit, dengan adanya Gratieks Karantina Pertanian Samarinda juga rutin setiap bulannya melayani sertifikasi ekspor produk kelapa sawit lainnya berupa (Palm Kernel Expeller) PKE dan cangkang kelapa sawit.
Berdasarkan data IQFAST Karantina Pertanian Samarinda, permohonan sertifikasi untuk ekspor PKE dan cangkang kelapa sawit meningkat sifnifikan. Selama semester I tahun 2020 sebanyak 14,4 ribu ton PKE dengan nilai ekonomis Rp 64,8 miliar, dan cangkang kelapa sawit sebanyak 3,9 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 5,9 miliar. Sedangkan selama tahun 2019, tercatat PKE hanya 5,9 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 26,7 miliar dan cangkang kelapa sawit tidak ada permohonan sertifikasi.[]
Penulis/editor : Rusdianto