"Sekarang sisa 3 kabupaten/kota yang belum," kata Nanda sapaan akrabnya, pada Selasa (11/8/2020)
Untuk tiga daerah tersisa, kata dia, PDIP sedang dalam masa penjajakan. "Yaitu Samarinda, Berau, dan Mahakam Ulu," katanya.
Terkait Pilkada Samarinda, lanjut Nanda, PDIP punya 8 kursi. Dengan modal yang besar itu, bisa saja dipakai bergabung dengan koalisi yang ada atau membangun koalisi baru.
Mengingat, tersisa dua partai yang belum menentukan arah dukungannya di Pilkada Samarinda, yaitu PDIP dan Golkar yang memiliki 5 Kursi.
Jika kedua partai 'tua' ini bergabung, maka terpenuhi lah syarat mengusung calon kepala daerah. "Semua hal bisa saja terjadi, ini politik, jadi tidak statis tetapi dinamis," ungkapnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltim, Safaruddin berharap, untuk tiga daerah di Kaltim yang belum terbit SK dukungan, sudah diumumkan oleh DPP pada gelombang berikutnya.
"Sekarang lagi lobi kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita usung, kita lihat nanti pada pengumumannya berikutnya," kata Safaruddin.
Mantan Kapolda Kaltim ini membeberkan, soal Pilkada Samarinda, pihaknya sedang melakukan komunikasi kepada koalisi partai yang sudah terbentuk. Namun, dia enggan menyebut potensi arah dukungan si Banteng moncong putih.
Potensi, kata dia, dapat hilang dan timbul seketika. "Bahkan seumpama kami gak dukung siapa-siapa kan bisa juga, nanti yang pemenang pemilu akan berkoalisi dengan kita, karena Ketua DPRD Samarinda itu juga dari PDIP," terangnya.
Ditambahkannya, masa pendaftaran calon di KPU masih menyisakan waktu beberapa pekan ke depan. Jadi, apapun dapat terjadi. "Karena dalam satu hari atau hitungan jam pun, apapun bisa berubah, jadi ditunggu saja tanggal mainnya," tutupnya.
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: M.Huldi