"Pertumbuhan tertinggi diperoleh dari Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 9,09 persen," tutur Anggoro.
Sementara, untuk perbandingan dengan perekonomian Kaltim Triwulan I tahun 2020, perekonomian di Triwulan II turun sebesar minus 6,53 persen. Dalam Triwulan II, dari sektor produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai dari Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial.
Sektor tersebut tumbuh sebanyak 3,74 persen. Sedangkan untuk pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tumbuh dari komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebanyak 17,81 persen.
Sedangkan secara umum, perekonomian di Kaltim untuk semester pertama turut mengalami penurunan. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, dari Semester I tahun 2020 ke Semester II tahun mengalami penurunan hingga minus 2,1 persen. "Kalau secara umum, untuk semester awal penurunannya 2,1 persen," sambungnya.
Dilansir dalam infografis yang dirilis BPS Kaltim, Struktur Ekonomi Terbesar dari sisi produksi ditopang oleh Pertambangan dan Penggalian. Sektor tersebut menyumbang sebanyak 42,94 persen. Disusul oleh Industri Pengolahan sebanyak 17,9 persen, dan terakhir Konstruksi sebanyak 9,58 persen.
Pertumbuhan perekonomian Kaltim Triwulan II tahun 2020 diukur berdasarkan dua indikator. Yakni, PDRB atas harga berlaku yang mencapai Rp149,16 triliun. Selain itu juga menggunakan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp114,25 triliun.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: M. Huldi