"Tahun ini ada 7 tempat yang meminta tapi hanya Islamic saja yang saya datangi. Sama siang dan besok 1. Jadi hanya 3 saja," ujar Hadi,
Menyembelih hewan kurban, diakui Hadi sudah dilakukannya sejak lama. Orang nomor 2 di Bumi Etam ini, bahkan mengoleksi sejumlah pisau dan parang, yang khusus dibeli untuk menyembelih hewan kurban.
"Boleh dikatakan hobi. Ada 10 parang yang setiap tahun harus diasah ulang dan hanya digunakan untuk potong hewan kurban," tuturnya.
Tak ada kriteria khusus parang yang ia gunakan. Namun, sesuai syariat parang atau alat penyembelihan haruslah tajam, agar proses penyembelihan berjalan lancar.
"Parang harus tajam, hari ini ada 4 yang saya bawa. Ini belinya di Tasik Malaya, ada yang dibeli di Balikpapan ada yang di Banjar. Ya, yang penting tajam. Yang mengasah harus yang membuat. Yang penting juga harus berdoa," ungkap Hadi.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Islamic Center (BPIC) Samarinda, Awang Dharma Bakti menjelaskan, hari ini ada total 35 ekor hewan kurban yang terdiri dari 21 ekor Sapi dan 14 ekor Kambing, yang disembelih di masjid yang menjadi destinasi wisata religi Kota Tepian itu.
"Dari 35 ekor itu, salah satunya bantuan dari presiden. Ada juga dari Wakil Gubernur, Ketua DPRD dan wakilnya. mudahan tahun ke depan jumlah hewan kurban bertambah," harap ADB, sapaan karib Awang Dharma Bakti.
Kepada wartawan, ADB juga meminta untuk meneruskan pesan kepada masyarakat umat muslim Samarinda dan sekitarnya. Pasalnya, tahun ini Islamic Center tak menggelar Salat Iduladha.
"Saya mewakili pengurus, mohon maaf. Kami tidak laksanakan salat Iduladha berjamaah, karena sesuai aturan. Kami harus tunduk taat. Tapi salat Jumat tetap dilaksanakan," tutup ADB. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor Aspian Nur