Dinkes Samarinda Bantah Jemput Paksa Aktivis
2 menit baca383 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Terkait dengan penjemputan aktivis lingkungan hidup secara paksa karena disebut Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 Jumat (31/7/2020) malam tadi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda melalui Kepala P2P dr. Ossa selaku memberikan penjelasan kalau apa yang dilakukan tersebut sudah menjadi prosedur terutama untuk tidak mengeluarkan hasil tertulis test swab yang diminta pihak bersangkutan. "Tidak ada, kalau pun positif tak ada hasil tertulis, hanya melalui telepon," sebut dr. Ossa Jumat malam tadi.
Seperti diketahui keributan terjadi di Kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Pokja 30 di Jalan Gitar, Voorfo, Samarinda Ulu malam tadi. Kantor tersebut didatangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda yang disinyalir mau menjemput paksa tiga aktivis karena diduga positif corona.









