Saat orang tersebut melempar batu ke kaca mobilnya, banyak warga yang melihat dan lansung mengejar. "Langsung dikejar sama pedagang-pedagang disana dan anak saya juga reflek ngejar, tetapi tidak ketemu," paparnya.
Zaini Naim mengaku belum melaporkan kejadian pelemparan tersebut kepada pihak yang berwajib. "Belum saya laporkan, karena setelah kejadian kaki saya langsung lemes, karena kaget. Tetapi, nanti segera saya laporkan," pungkasnya.
Terpisah, Kapolsek Samarinda Kota, AKP M Aldy Harjasatya menuturkan mereka sudah mendapat laporan dan langsung melakukan penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi meminta keterangan dari tiga saksi yakni anak Zaini Naim bernama Firdaus, seorang wanita penjual buah bernama Ade serta Muhammad Noor penjual masker yang berada di sekitar lokasi kejadian. "Saksi melihat ada seorang perempuan yang berjalan kaki saat itu. Dia pertama membuang sampah, kemudian mengambil batu dan melakukan pelemparan," terang Aldy saat ditemui di Mako Polsek Samarinda Kota Jalan Bhayangkara hari ini.
Saat ditanya soal isu teror, Aldy membantah hal tersebut, pasalnya pelaku seorang pria namun sering berdandan seperti wanita dan sering dipanggil Susan itu melakukan pelemparan batu kepada dua pengguna jalan lainnya. Pertama batu dilemparkan kepada pengendara motor, setelah itu ke mobil Zaini Naim.
Terakhir mobil putih berjenis Alphard, mengalami penyok di bagian depannya dan bukti pun telah dikantongi seperti pecahan kaca dan batu yang digunakan pelaku untuk melakukan pelemparan.
Selain itu, dari keterangan saksi si pelempar batu ini dikenal sebagai orang yang sedikit mengalami gangguan mental dan sering membuat onar ketika sedang meminta uang kepada warga, tetapi tak diberikan. "Kami akan koordinasi dengan Dinsos dan Satpol PP, untuk menindaklanjutinya," jelas Aldy (*).
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur