Fadli menuturkan alat berat tersebut untuk sementara akan mengeruk sedimentasi di hulu Gang Nibung.
"Setahun sebelumnya kan di hilirnya Jembatan Gang Nibung. Sekarang ini di Jembatan Gang Nibung yang bagian hulu," ungkap Fadli.
Sejumlah kendala pun ditemui di lapangan, salah satunya sempitnya sungai utamanya di dekat Jembatan Tempurung, belakang Pasar Segiri.
Petugas pun dibelaskan Fadli sempat membongkar jembatan tersebut agar alat bisa lewat. "Tapi sudah kami pasang lagi jembatannya. Karena itu kan akses warga," imbuh Fadli.
Sebelumnya alat berat tersebut sudah tertahan selama 2 hari di Jembatan Tempurung karena jembatan tersebut termasuk memiliki ketinggian yang rendah dan faktor tinggi muka air yang sedang pasang. Kata Fadli, pihaknya menargetkan pengerukan sejauh 200 meter dari sisi hulu Jembatan Gang Nibung, sebelum melanjutkan ke sisi belakang Pasar Segiri. (*)
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Aspian Nur