"Iya, istri dari pemilik rumah datang ke saya teriak-teriak kebakaran, ya namanya perempuan pasti nangis-nangis dan saya juga tidak berani mau kesana, karena api sudah jadi," katanya.
"Karena saya tidak ada nomor pemadam, minta tolong ke kelurahan untuk menghubungi balakar," sambungnya.
Sementara itu,
Muhammad Fadly, Koordinator Posko 5 Disdamkar Samarinda pihaknya mendapatkan laporan langsung dari warga, pasalnya tidak ada informasi frekuensi radio maupun via telepon.
"Kami dapat informasinya itu sekitar pukul 16.05 Wita dari warga langsung," ujarnya.
Untuk penyebabnya dari informasi yang diterimanya karena korsleting listrik.
"Infonya itu dari kipas angin, yang berada di bagian dapur, itu ada di dalam kamar. Jadi, bagian belakang itu habis," terangnya.
Dan api baru bisa dipadamkan setelah 45 menit kemudian, dengan dibantu dari relawan Samarinda.
Penulis: Nancy
Editor: Desman Minang