Di Masa Pandemi, Pemilik Bengkel Sepeda Panen Rezeki
1 menit baca2.934 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), masyarakat Kota Samarinda ramai melakukan aktivitas olahraga guna menjaga daya tahan dan imunitas tubuh.
Salah satu pilihan warga adalah bersepeda. Aktivitas komunitas sepeda semakin ramai terlihat, belakangan ini. Rupanya, hal ini membawa berkah tersendiri bagi bengkel sepeda karena kebanjiran pelanggan.
Selain angka penjualan sepeda yang meningkat, tukang servis dan penjual suku cadang sepeda kebanjiran orderan.
Seperti bengkel yang berlamat di Bilangan Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, terlihat ramai diserbu orderan pelanggan. Mulai dari sepeda anak-anak, sepeda gunung, hingga sepeda ontel mengantre untuk diservis.
Pemilik bengkel, Diantoro (40) yang telah membuka usaha selama 33 tahun, meneruskan pekerjaan turun-temurun dari kakeknya, mengaku bungah akhir-akhir ini.
“Orderan eningkat 50 sampai 100 persen. Biasanya tidak banyak, kalau sekarang ini banyak yang datang kesini. Biasanya masih sempat untuk istirahat sekarang tidak,” katanya, Kamis (23/7/2020) siang.
Dian, sapaan akrabnya, mengaku bisa mendapatkan orderan servis lebih dari 10 sepeda dalam sehari.
“Rata-rata lebih dari 10 sepeda. Kalau untuk kerusakan seperti sepeda gunung kebanyakan dari operan gigi ganti karena lama tidak dipakai, dan girnya yang sudah berkarat,” jelasnya.
Soal biaya, kata dia, tergantung dari tingkat kerusakan sepeda tersebut.
“Kisaran harga servis sepeda tergantung dari kerusakannya. Seperti ganti ban luar dan dalam, depan belakang bisa sampai Rp 100 ribu lebih,” terangnya.
Masalahnya hanya orderan sepeda yang tengah mengantre di bengkelnya, berbanding terbalik dengan kelangkaan onderdil.
Sebelum tren sepeda kembali ramai di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, ia kerap mendaur ulang sepeda rusak.
“Biasanya sebelum ramai gini, saya memperbaiki sepeda yang rusak dan saya jual kembali. Tapi kalau ramai gini, jadi tidak sempat,” pungkasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor: M.Huldi









