Pasien meninggal di Kutai Kartanegara adalah KKR 73, seorang laki-laki 68 tahun merupakan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) yang memiliki keluhan demam dan sesak nafas dengan komorbid atau penyakit bawaan penyakit jantung.
"Tanggal 1 Juli, pasien berobat ke RSUD IA Moeis dan pada tanggal 2 Juli kondisi pasien memburuk. Sehingga dilakukan pengambilan swab. Pasien meninggal pukul 18.00 WITA dan hasil terkonfirmasi positif Covid-19 pada tanggal 7 Juli 2020," papar Andi.
Pasien meninggal di Samarinda adalah SMD 71. Seorang laki-laki berusia 54 tahun, merupakan PDP dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas dengan komorbid Diabetes Melitus (DM). Pada tanggal 26 Juni pasien dirujuk ke RSUD IA Moeis dan dilakukan rawat inap.
"Sayangnya, pada 5 Juli kondisi pasien memburuk dan pasien meninggal pada pukul 06.00 WITA. Hasil konfirmasi lab, keluar pada 7 Juli, dan dinyatakan positif Covid-19," ungkap Andi.
Dengan penambahan 2 kasus tersebut, maka total 11 orang di Kaltim yang meninggal dengan status terkonfirmasi Covid-19.
Andi menjelaskan, hampir semua pasien meninggal memiliki penyakit bawaan. Seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat yang memiliki riwayat sakit bawaan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Terutama, saat beraktivitas di luar rumah," tukasnya.
Penulis : Rusdi
Editor: M. Huldi