Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saat Unit Lakalantas Polresta Samarinda melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat itu, mobil jenis Avanza warna putih bernopol KT 1297 DR tengah menanjak dari arah Kelurahan Harapan Baru menuju arah Kota Samarinda.
Mobil yang dikendarai Marianus Dedy (20) terlalu memakan ke kanan jalan, ketika hendak menanjak di simpang tiga Lipan Hill, secara bersamaan dari arah berlawanan ada dua motor yang dikendarai Warseno dan Naparin hendak menuruni tanjakan dari arah Kota Samarinda.
Akibat minimnya ditambah kabut, kendaraan langsung saling adu banteng dan insiden tersbut pun tak bisa dihindari, hingga mengakibatkan dua pengendara motor seketika terpental ke jalan saat saling bertabrakan, yang saat itu mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
"Setelah menabrak dua motor, mobil oleng dan baru berhenti saat menabrak tiang ATM center," ucap Kanit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda Ipda Henny Merdekawati kepada awak Minggu (21/6/2020) hari ini.
Akibat kejadian tersebut, satu pengendara atas nama Naparin yang sempat kritis dan dinyatakan meninggal dunia saat hendak dilakukan upaya pertolongan menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie.
Sementara korban lainnya, penumpang yang berboncengan dengan Naparin, atas nama Ibnu Hidayat mengalami luka berat. Dan satu pengendara motor atas nama Warseno mengalami luka ringan.
Kini kedua korban luka-luka masih menjalani perawatan di RSUD I.A.Moeis. "Sementara pengendara mobil dan satu penumpang tidak mengalami luka serius," terangnya.
Dijelaskanya, simpang tiga lipan hill merupakan kawasan rawan kecelakaan yang kerap memakan korban. Penyebab kecelakaan lantaran jalan yang menanjak ditambah dengan tikungan, selain itu lokasi minim lampu penerangan.
"Analisa awal kami, faktor jalan yang menanjak dan kurang penerangan," imbuhnya.
"Sehingga, untuk menghindari kecelakaan kami akan pasang rambu-rambu. Sebenarnya daerah ini sudah berapa kali kami pasang, hilang terus dan kami juga akan koordinasi terkait lampu penerang jalan," sambungnya. (*)
Penulis: Nancy
Editor Aspian Nur