"Kalau hujan deras air menggenangi halaman masuk ke ruangan-ruangan. Ini mulai terjadi sejak pengupasan lahan itu," ungkap Kepala Sekolah SMP 13, Baharudin saat ditemui Selasa (16/6/2020) hari ini.
Sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 2017 silam, hingga saat ini sekolah hanya mendapatkan bantuan perbaikan satu sekali. "Baru sekali dapat bantuan, rehab dua ruangan kelas dan penambahan toilet, itu saja, setelah itu tidak ada lagi," katanya.
Selain banjir, tanah longsor membuat dua ruang kelas mengalami kerusakan parah. "Temboknya jebol dan plafon rusak, sebenarnya ini sudah lama, tetapi ini tambah parah, karena kami takut ada korban jiwa murid kami pindahkan ke aula yang kami buatkan sekat dijadikan ruang kelas," papar Baharudin lagi.
Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Wakil Gubernur H Hadi Mulyadi terkait permasalahan ini.
"Saya sempat komunikasi ke Pak Hadi dan disarankan membuat proposal ke Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, kemudian Disdik ke Pemerintah Kota (Pemkot) dari pemkot ke Provinsi bari mengkomuniksikan ke pusat. Kami sudah berulang kali membuat proposal, tetapi tidak ada tanggapan, ya kami tidak bisa berbuat banyak. Sekolah ini sangat memprihatinkan, padahal untuk prestasinya lumayan," sebut Baharudin. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur