Pasalnya, sejak terjadinya longsor pada Januari lalu hingga saat ini, dari pihak pengembang perumahan hanya melakukan pengerukan tanah, yang masuk ke badan jalan dan dikembalikan ke tempat semula.
"Ini sudah dua kali longsor, mereka hanya ambil tanahnya dan dikembalikan, tidak dilakukan penurapan," kata Daryono. "Terparah yang kemarin sampai jalan tidak bisa dilewati. Makanya tadi kami demo dan langsung menutup sementara, minta mereka fokus ke penanganan dulu, baru silahkan melanjutkan pengerjaan perumahannya," sambungnya.
Terpisah, Direktur Utama PT Rahmat Samudera Alam, M Arif Rohman selaku pihak pengembang Perumahan Sungai Dama Resident saat dikonfirmasi melakui via telepon Selasa (16/6/2020) hari ini mengatakan pihaknya selama ini telah melakukan penanganan dengan membuang tanah longsor tersebut, ke lahan kaplingan perumahan.
Tetapi, pihaknya mengaku tak maksimal karena kondisi curah hujan yang tinggi, sehingga membuat tanah kembali longsor. "Memang tidak maksimal, karena hujan terus, saat hujan longsor lagi," tuturnya.
Untuk penanganan selanjutnya, pihaknya akan kembali melakukan pengerukan untuk membuang tanah yang longsor tersebut dan saat ini pihaknya juga telah membuat kajian terkait penanganan selanjutnya. "Ini harus di buang habis dulu, jadi memang penurapan awal yang dilakukan oleh pengembang sebelumnya, kurang tepat," sebut Arif. "Inikan sifat tanahnya bergerak terus, makanya harus dibuatkan jalan air. Makanya kami akan buat turap yang berbeda bentuknya, dengan menggunakan batu bronjong, sehingga air bisa keluar, tanpa memuat material," sambungnya.
Terkait warga yang melakukan penutupan sementara pembangunan perumahan tersebut pihaknya mengaku tak masalah. "Tidak masalah, karena mereka merasa dirugikan, jadi kami akan fokus penanganan longsor ini dan tidak melakukan kegiatan lainnya. Dua hal ini jangan sampai dihalangi, kalau diluar penanganan itu tidak masalah," jelas Arif lagi.
Diberitakan sebelumnya, longsor yang terjadi di Jalan Damai Gang Intifadah membuat akses jalan masuk terputus pada Senin (15/6/2020) kemarin, akibat pembukaan lahan perumahan dan saat hujan turun, mengakibatkan, tanah longsor dan menutup jalan. Kejadian tersbut berlangsung sejak Januari lalu hingga saat ini dan hal tersebut membuat aktifitas warga terbatas, karena mereka hanya bisa melalui jalur alternatif yang hanya bisa dilalui sepeda motor. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur