"Penambahan positif, masih didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG). Artinya kemungkinan di luar sana masih banyak orang yang terlihat sehat, namun sebenarnya membawa virus," ujar Andi dalam rilis melalui aplikasi Zoom, Jumat (12/06/2020) petang.
Dia tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas di masa fase relaksasi jelang penerapan tatanan normal baru.
Ditambah lagi, hari ini Kaltim juga mencatatkan penambahan 1 kasus terkonfirmasi positif merupakan transmisi lokal yang meninggal dunia.
Pasien asal Balikpapan ini dinyatakan meninggal setelah terkonfirmasi positif Covid-19. "Pasien dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo sejak 7 Juni 2020. Pada tanggal 8 Juni 2020 kasus terkonfirmasi Covid-19 dari Laboratorium TCM (Tes Cepat Molekular) RSUD Kanudjoso Djatiwibowo. Tanggal 11 Juni 2020 kondisi pasien memburuk. Pada tanggal 12 juni 2020 Pukul 05.45 Wita dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Medis RSUD Kanudjoso Djatiwibowo," jelas Andi.
Andi menjelaskan, pasien tersebut memiliki Co-Morbid atau penyakit bawaan Lansia dan hipertensi. "Pada fototoraks didapatkan gambaran Pneumonia berat tipical Covid-19," ungkap Andi.
Dengan penambahan 1 kasus meninggal ini, maka total pasien positif Covid-19 meninggal kini berjumlah 4 kasus di Kaltim. Hampir semua kasus meninggal, kata Andi, memiliki penyakit bawaan.
Kabar baiknya, tren kasus positif yang dinyatakan sembuh masih terus bertambah pada Jumat (12/06/2020). Dinas Kesehatan Kaltim mencatat, terdapat 11 kasus positif yang dinyatakan sembuh.
"Dari Kutai Kartanegara 3 kasus, Kutai Timur 2 kasus, dan Balikpapan 6 kasus. Sehingga total kasus sembuh menjadi 247 kasus," jelas Andi.
Sayangnya, Kabupaten Mahakam Ulu yang selama ini dinyatakan bersih dari Covid-19, melaporkan kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 14 kasus. "Iya ada 14. Saat ini 14 orang tersebut telah melakukan isolasi di pusat Karantina Covid-19 Mahakam Ulu sejak 7 Juni 2020," pungkas Andi.[]
Penulis : Rusdi
Editor: M.Huldi