“Kami sudah terima suratnya dan diperpanjang sampai tanggal 14 Juni. Tetap masih bekerja tapi tidak terlalu aktif, karena ada beberapa pegawai yang tetap masuk membersihkan ruangan dan menyiapkan untuk nantinya dibuka kembali secara menyeluruh,” jelas Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Samarinda, Nurhikmah,Ahad (7/6/2020) tadi.
Di perpustakaan pun sembari menunggu nantinya kembali aktif dan bekerja di kantor guna membuka pelayanan perpustakaan, Nurhikmah pun menyiapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan hingga cek suhu tubuh bagi pengunjung pemustakaan.
“Tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan, sudah kami siapkan semua seperti tempat cuci tangan dengan sabun, tempat disinfektan dan pengukur suhu tubuh,” sebutnya.
Selain itu penyediaan aplikasi buku dalam format digital berplatform android i-Samarinda juga menjadi langkah yang diambil melihat jumlah anggota yang meningkat setiap tahunnya serta pembaca melalui perangkat digital juga bertambah, maka pihaknya berinovasi mengikuti perkembangan zaman para generasi milenial.
"Kalau dari anggota perpustakaan mayoritas mahasiswa, di tahun 2018 ada 1.042 anggota yang terdaftar pada 2019 mengalami meningkatan menjadi 1.191. Melihat perkembangannya kami juga meluncurkan buku digital (e-book) melalui aplikasi android dan bisa dibuka di smartphone, namun disini buku ilmiah masih kurang kebanyakan buku fiksi berbeda dengan koleksi yang ada di perpustakaan," imbuhnya lagi.
Terkait masa perpanjangan kerja dari rumah atau work from home (WFH), Nurhikmah dengan tegas tetap mengikuti peraturan dari Pemkot Samarinda.
“Karena sudah ada surat edaran sebagai acuan kami akhirnya kita masih bekerja dari rumah, tentu kami jalankan sesuai regulasinya," tandas Nurhikmah (*)
Penulis : Fairus
Editor Aspian Nur