“Masyarakat bisa melakukannya di beberapa rumah sakit yang menyediakan rapid tes, seperti RSUD AW Sjahrenie, RS IA Moeis, RS Dirgahayu, Balai Karantina Covid-19 (Bapelekes Kaltim) Samarinda. Dalam beberapa pekan kami juga melaksanakan rapid tes massal gratis di berbagai lokasi keramaian seperti pasar, tempat pelelangan ikan (TPI) hingga puskesmas," kata Ismed.
Humas RSUD AW. Sjahranie Arsyia juga menjelaskan terkait biaya rapid test, jika masyarakat ingin melakukannya secara mandiri. "Biaya rapid test lengkap dengan PCR sebesar Rp 1.702.500 juta sekali test," sebutnya
Masyarakat Kota Tepian yang sudah melakukan rapid test hingga bulan Mei 2020 tercatat sudah 800 orang lebih. "Hingga 11 mei masyarakat yang sudah melakukan rapid test sebanyak 897 orang," ungkapnya.
Dirumah sakit lain seperti RS Dirgahayu sendiri juga menerima permintaan rapid test bagi masyarakat, RS Dirgahayu sendiri menyediakan empat paket dan melayani mulai dari jam 08.00-17.00 Wita.
Paket A Rp 450 ribu, pemeriksaan rapid test covid-19. Paket B Rp 520 ribu, rapid test dan Cek Laboratorium Darah Lengkap. Paket C Rp 700 ribu, rapid test, Lab Darah Lengkap dan Rontgen Thorax. Paket D Rp 830 ribu, rapid test, Lab Darah Lengkap, Rontgen Thorax dan CRP (C-Reaktif Protein) untuk mengetahui peradangan / inflamasi.
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur