Ahad (24/5/2020) pagi tadi sebagian warga ada yang melaksanakan salat Idulfitri namun lebih banyak yang sibuk di rumah mengangkat barang-barang mereka agar tak terendam air berwarga coklat yang sudah masuk ke kediaman mereka.
Seorang warga di Bengkuring Raya, bahkan terlihat menebar jala di depan rumahnya untuk menangkap ikan. “Sudah kali ketiga rumah saya kebanjiran tapi ini tambah parah. Tahun lalu juga seperti ini banjir setelah Lebaran, sekarang sebelum Lebaran. Jadi kami sama sekali tak memikirkan Idulfitri, focus dengan kondisi banjir ini,” kata Zaini, warga tersebut.
Lebaran kali ini memang dirasakan sangat berbeda bagi ribuan warga Bengkuring. Selain harus menerapkan social distancing saat pandemic Covid-19 mereka juga harus disibukkan dengan musibah banjir.
Belum adanya bantuan dari pemerintah baik makanan maupun perahu untuk warga yang ingin mengungsi dan membawa barang-barang mereka menjadi keluhan warga terdampak banjir ini. “Tidak ada perahu karet untuk mengangkat barang, kami mau membawa barang keluar rumah tidak bisa, terpaksa menunggu bantuan perahu dulu,” papar Gianto, warga lainnya.
Padamnya listrik sejak hari pertama banjir melanda menambah derita warga Bengkuring. Aktivitas mereka benar-benar terganggu dan sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat bahkan ke masjid untuk sekadar mencari tempat aman untuk beristirahat. Sampai berita ini diturunkan air belum menunjukkan tanda-tanda turun bahkan semakin meninggi. Hal ini disebabkan Waduk Benanga di Lempake debit airnya juga tinggi. (*)
Penulis: Rusdi
Editor: Aspian Nur