Dipastikan Yama, DLH tak akan meliburkan para pegawai mereka, terutama petugas kebersihan untuk pengangkutan sampah dan penyapu jalan. Hal itu dilakukan lantaran menghindari tumpukan sampah yang menggunung apabila pegawai mereka berhenti dioperasikan.
“Untuk pengangkutan sampah memang tidak ada libur. Makanya kami minta masyarakat mau untuk sementara menyimpan dulu sampah mereka. Jadi petugas kami bisa lekas menunaikan tanggung jawabnya dan pulang kerumahnya masing-masing untuk berhari raya,” sambungnya.
Saat ini Yama mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat surat untuk tiap-tiap kecamatan, kelurahan yang sifatnya terbuka juga untuk masyarakat umum. Saat Lebaran nanti DLH akan terfokus pada pengangkutan sampah sisa malam lebaran (H-1) dan pemungutan koran bekas yang biasa digunakan sebagai alas Salat Idul Fitri, dengan catatan apabila dilaksanakan salat Idulfitri.
Setelah memasuki hari ketiga Lebaran, Yama pun mempersilakan masyarakat Samarinda yang ingin kembali membuang sampah mereka seperti biasa. Karena dijelaskan Yama, saat itu aktivitas pengangkutan sampah akan kembali berjalan seperti biasa. “Cuma dua hari, simpan dulu sampahnya di rumah. Supaya tidak memberatkan kerja pegawai kami. Mereka kan juga patut merayakan lebaran,” papar Yama.
Bukan hanya perkara sampah di Hari Raya. Yama pun mengingatkan masyarakat yang rutin melakukan tradisi ziarah kubur untuk membawa sampah mereka pulang dan tidak meninggalkan di area pemakaman. Tak hanya itu, ajakan untuk tidak menggunakan kantong belanja sekali pakai pun terus digaungkan oleh DLH Samarinda. Yama meminta masyarakat untuk kembali membudayakan penggunaan kantong belanja yang terbuat dari kain untuk menekan jumlah sampah plastik di Samarinda. (*)
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 20 Mei 2020