"Mungkin tidak lama lagi (terjadi transmisi lokal). Samarinda dikelilingi daerah yang sudah transmisi lokal. Berat memang," ujar Ismed pada Minggu (3/5/2020).
Ismed mengatakan tak ada pilihan lain selain menghadapi situasi pandemik ini. Meski pihaknya tetap akan menyiapkan strategi dan model penanganan yang baru dan berbeda dengan yang sebelumnya.
Dikatakan Ismed, pelaksanaan tes harus lebih digiatkan serta dibarengi peningkatan kapasitas ruang isolasi di rumah sakit. Sehingga pasien yang terjangkit, bisa langsung diamankan agar tidak menularkan kepada masyarakat yang lain.
"Memang harus meningkatkan kapasitas ruang isolasi. Saat ini di RSUD AW Syahrani ada 40 bed isolasi, di RS IA Moeis ada 6 bed dan di RS Darurat Karantina ada 80 bed isolasi," sambungnya.
Dilanjutkannya, kondisi paling mengkhawatirkan adalah apabila banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar virus asal Tiongkok tersebut. Seperti yang terjadi dibeberapa daerah di Kaltim.
Sehingga pihaknya akan kembali melakukan tes cepat alias rapid test kepada para nakes yang berkaitan dengan Covid-19 ini dalam waktu dekat.
"Mohon untuk warga yang sakit agar selalu jujur saat memeriksakan diri mereka," tandasnya.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Hendra