"Pertama pasien dengan kode KTM19, seorang laki-laki 52 tahun. Merupakan ODP (Orang Dalam Pemantauan) pelaku perjalanan dari Gowa, dengan gejala pilek dan sakit tenggorokan. Kasus melakukan isolasi diri di rumah sejak 24 Maret 2020, tanggal 20 April dilakukan rapid test dengan hasil reaktif dan kemudian dirawat di ruang isolasi RS Kudungga Sangatta," ungkap Andi dalam rilis harian, melalui aplikasi Zoom, Jumat (01/05/2020) petang.
Selanjutnya, pasien dengan kode KTM20. Merupakan wanita 51 tahun, hasil tracing kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dengan kode KTM15, yang berasal dari Klaster Gowa. "Keluhan sama, pilek dan melakukan isolasi diri di rumah sejak 24 Maret 2020. Pada 20 April dilakukan rapid test dengan hasil reaktif, kemudian kasus dirawat di ruang isolasi RS Kudungga Sangatta," kata Andi.
Meskipun kasus positif terus meningkat, hingga kini pihaknya belum menerima adanya laporan kurangnya tenaga medis dan ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit, atau fasilitas penanganan Covid-19 di kabupaten/kota.
Demikian halnya dengan beberapa kasus yang mengakibatkan para tenaga medis harus diisolasi atau dirumahkan sementara, karena kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19.
"Saat ini belum ada perekrutan relawan, hasil rapid test dari tenaga medis yang kontak juga kami belum dapat laporan. Tapi sejauh ini, laporan yang masuk ke kami tenaga medis masih cukup, dengan mekanisme kerja shift,"ucap Andi.[]
Penulis : Rusdi
Editor: M.Huldi