Dikatakannya, kapal kargo pengangkut sembako tersebut sebanyak lima kapal yang dioperasikan dan dalam seminggu tiga kali berlabuh di Pelabuhan Kota Tepian.
"Tiga kali dalam seminggu Senin, Rabu dan Jumat, itu ada lima kapal kargo," ujarnya.
"Jadi kami diberi jatah dua hari untuk bongkar muat, setelah itu kembali lagi ke Parepare untuk mengambil sembako," sambungnya.
Lebih lanjut kata dia, biasanya setiap kapal mengankut 500-600 ton, tetapi hal tersebut tergantung dari orderan.
"Tapi, kalau biasanya ya 500 ton," ucapnya.
Nantinya sembako tersebut kata dia akan distribusikan ke daerah-daerah seperti Kukar, Bontang, Kubar,Melak, Mahulu, Kutim, PPU, Berau, Wahau, Tanjung Selor serta lainnya di wilayah Kaltim.
"Ini ada sekitar 70 unit truk yang akan mengangkut, tetapi biasanya juga ada, pemiliknya yang membawa truk sendiri, seperti saat ini ada dari Wahau," bebernya.
Sehingga, dirinya memastikan untuk sembako di wilayah Kaltim tersebut dipastikan aman dan ini telah berlangsung sejak tahun 80an.
"Adanya Covid-19 ini tidak berdampak, jadi sembako aman saja, karena jadwalnya tidak ada perubahan sejak tahun 80an," tutupnya. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur